Williamjustin's Blog

Just another WordPress.com weblog

Mimpi dan Harapan

“Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia…”

Sebagian besar dari kita tentu saja tidak asing lagi dengan cuplikan teks lagu di atas yang dinyanyikan oleh band Nidji karena lagunya yang populer dan nadanya pun enak didengar, saya salah satu penggemar lagu ini.

Pada suatu hari, ketika saya sedang mendengarkan lagu ini saat perjalanan ke rumah saudara saya, selalu terpikir (kadang-kadang saya suka berpikir) tentang arti dari teks di atas. Bagaimana seseorang dapat menaklukan dunia dengan hanya mimpi? Tentu yang ada di benak saya orang yang sedang tidur kemudian bermimpi dan tiba-tiba dia menaklukan dunia. Hal yang irasional memang, hanya dengan tidur seseorang dapat menguasai dunia, presiden pun yang bekerja dengan saraf sadar dan saraf simpatiknya belum dapat menguasai suatu negara.

Ya memang teks di atas benar, sebab itu lah curahan hati dari si pengarang, itu kebebasan seseorang untuk berekspresi. Tapi sekali lagi, dalam konteks ini, saya hanya membahas mengenai apa yang ada di otak saya yang sudah berusia 18 tahun ini.

Dalam pendapat saya, yang dimaksud mimpi dalam teks lagu Nidji ini adalah harapan. Mimpi? Harapan? apa ya bedanya? Jika di tanya seperti itu saya juga bingung, tidak mempunyai dasar untuk mendefinisikannya. Tetapi menurut pengalaman saya selama ini, mimpi hanyalah sekedar suatu angan-angan yang kadang-kadang rasional, tetapi kadang-kadang irasional, selain itu, mimpi terjadi di bawah saraf sadar manusia dan kadang-kadang (Bahkan tidak ada sama sekali) mimpi itu tidak di rencanakan. Sangat beda sekali dengan harapan yang selalu rasional, memiliki tujuan dan kita selalu sadar bahwa kita membuat suatu harapan.

Manusia tidak bisa hidup dalam mimpi, tetapi manusia yang percaya kepada-Nya selalu hidup dalam suatu pengharapan. Bisa kita analogikan seperti ikan yang hanya dapat hidup dalam air tetapi tidak dapat hidup dalam darat. Jika manusia hanya hidup dalam mimpi dan angan-angan belaka, maka sama saja dalam hidup dalam kebohongan, karena itu semua tidak lah nyata. Sedangkan jika manusia hidup dalam harapan, walaupun hidupnya sangat sulit dan susah, setidaknya itu masih lebih berharga dibandingkan hidup dalam kebohongan.

Tetap ada batasannya seseorang dalam berharap. Jangan berharap terlalu tinggi karena dengan suatu harapan belum tentu keinginan kita terkabul. Dalam hidup ini, tidak semua yang kita ingikan adalah hal yang kita butuhkan. Sebab, Tuhan yang mengabulkan harapan kita tahu betul apa yang kita butuhkan dibandingkan kita sendiri. Saya teringat dengan secuplik kata-kata yang terdapat dalam video klip band Vertical Horizon yang berjudul Everything you want. Pada akhir video klip mereka menuliskan :

”Everything you want isn’t everything you need”

Setelah saya pikir-pikir.. pikir lagi… dan lagi-lagi berpikir, ada benarnya juga pernyataan di atas. Memang sakit jika harapan kita tidak terkabul dalam hidup kita. Oleh karena itu jangan lah berharap terlalu tinggi, ibarat jika kita berada dalam sebuah pesawat , dan pesawat ini pun jatuh, tentu akan lebih parah dan lebih sakit lukanya bagi kita jika pesawat kita jatuh dari ketinggian yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harapan kita dianalogikan dengan pesawat dan harapan tersebut membawa kita terbang tinggi. Jadi, jangan berharap terlalu tinggi sebab jika harapan tersebut “jatuh” akan sangat sakit sekali rasanya.

Satu hal lagi yang penting mengenai harapan, jika kita ingin keinginan kita terkabul, suatu harapan harus diimbangi dengan usaha. Sebab hanya dengan harapan saja, tidak dapat suatu keinginan dapat terkabul. Layaknya sebuah mobil, yang berusaha untuk mencapai suatu tujuan tempat tetapi tidak ada usaha untuk menjalankan mobil tersebut, tujuannya pun tidak akan tercapai.

Sekian…

terinspirasi dari sebuah film mengenai seseorang yang tidak percaya akan kuasa suatu pengharapan

June 15, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.